Langsung ke konten utama

profil negara korea selatan



Tugas Kelompok
ASIA TIMUR
Profil Negara Korea Selatan



OLEH :

                        ISTIANAH BAHARUDDIN            C1A415009
                        DESYANA ZASKIA REZKI            C1A415041
                        SYASTRI WULANDARI                 C1A415043
WD.JUMIATI RAMADHAN           C1A415049
JANNATUL MA’WA                       C1A415051
LA ODE ENDRIM ENDESAL        C1A415055
LINDA SARI                                     C1A415097
ISLAMI YANTI                                C1A415093

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
ILMU KOMUNIKASI KONSEN HUBUNGAN INTERNASIONAL
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017



BAB I
PENDAHULUAN

Korea Selatan adalah sebuah negara di Asia Timur yag meliputi bagian selatan semenanjung korea. Disebelah utara, republic Korea berbatasan Korea Utara, dimana keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Korea  Selatan merupakan salah satu negara berkembang yang mampu mencapai kemajuan yang membanggakan dalam proses pembangunan ekonomi. Negara ini berhasil melakukan tranformasi dengan cara membangun industry manufaktur. Seiring dengan perkembangan yang telah diraih, Korea Selatan kemudian disebut telah melewati tahapan sebagai negara industri baru atau Newly Industrialising Country (NIC). Bahkan saat ini, tidak sedikit tanggapan yang menyatakan bahwa Korea Selatan telah berhasil mencapai tahapan negara industri maju. Menurut data Bank Dunia, sejak tahun 2010 Korea Selatan telah menjadi negara ekonomi terbesar kelima belas di dunia dengan GNI atau Gross National Income per kapita sebesar US$ 22,670[1].Saat ini, Korea Selatan telah berkembang menjadi salah satu negara paling makmur di Asia yang ditandai dengan perekonomian Korea Selatan kini terbesar ketiga di Asia dan ke-13 di dunia. Salah satu pembuktiannya dapat dilihat dari Korean Wave, pada tahun 2004 ekspor film dan program televisi bersama dengan pariwisata dan produk K-Pop menghasilkan pendapatan total hampir US$2 miliar.  Selain itu, menurut statistik Bank Of Korea dari bidang ekspor budaya dan jasa hiburan, industri musik K-pop telah menghasilkan US$794 juta tahun 2011 dan mengalami peningkatan 25% dari US$637 juta di tahun 2010 seiring K-pop semakin diminati oleh masyarakat internasional. Salah satu bagian dari K-POP yang populer adalah salah satunya Boy grup BTS, dengan lagu terbarunya yang berjudul DNA yang dinyatakan pada periode 25-31 Agustus, album Love Yourself: Her sudah terjual sebanyak 1.051.546 lewat mekanisme pre-order.Angka itu hanya didapat dari perhitungan dealer grosir dan eceran di Korea Selatan. Jumlah tersebut diperkirakan semakin tinggi jika digabung dengan penjualan awal secara internasional. Selain itu, Jumlah 1 juta kopi tersebut diprediksi bakal terus bertambah sebelum album tersebut resmi rilis pada 18 September.Dan pencapaian BTS tersebut adalah hanya salah satu contoh  bagian dari “Korean Wave” yang sukses menjadi bahan perbincangan di dunia[2]. Data dariCNN yang dikutip menunjukkan budaya Korea Selatan, seperti musik pop, drama, hingga makanan khasnya telah menyumbang pendapatan negara mencapai lima miliar dolar AS setiap tahunnya, bahkan terinspirasi dari Korean wave, perusahaan jejaring sosial Twitter bertekad memperluas profitnya di Korea Selatan. Twitter akan membuka kantor di sana. Fokus kerjasamanya adalah peluncuran fitur lokal dan membangun kemitraan dengan berbagai merek dan selebritis Korea Selatan.
Sejarah Korea Selatan juga secara resmi dimulai ketika pembentukan negara Korea Selatanpada 15 Agustus 1948. Korea Selatan dalam perkembangannya diwarnai olehpemerintahan yang demokratis dan otokratis secara bergantian. Republik pertama yangawalnya diklaim sebagai pemerintahan yang demokratis lama kelamaan menjadi otokratishingga akhirnya jatuh pada tahun 1960. Republik kedua yang benar-benar demokratisharus dijatuhkan oleh rezim militer yang otokratis dalam waktu yang singkat. Republikkeenam merupakan pemerintahan yang stabil dan menganut asas demokrasi liberal. Dari sejarah korea selatan  menunjukkan dari penemuan sebuah arkeologis  bahwa semenanjung korea telah di diami sejak masa poleolitik awal. Sejarah korea dimulai dari pembentukan gojeoseon pada 2333 SM oleh Dan-gun. Setelah unifikasi 9penyemurnaan) Tiga kerajaan kerajaan korea di bawah Silla pada 668 M, Korea menjadi satu dibawah dinasti Goryeo dan dinasti Joseon hingga akhir kekaisaran Han Raya pada 1910 karena dianeksasi (direbut paksa) oleh jepang. Setelah liberalisasi dan pendudukan oleh uni soviet dan Amerika Serikat pada akhir perang Duni II, Wilayah korea akhirnya dibagi menjadi Korea Utara dan Korea selatan[3].
Selain maju dalam bidang ekonomi, korea selatan juga focus memajukan negara sebagai negara demokrasi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi demokratisasi di Korea Selatan. Pertama, adanya perubahan sosial dan kultural masyarakat Korea Selatan, termasuk evolusi demokrasi yakni penyebaran idealisme kesetaraan dan meningkatnya mobilitas sosial. Kedua, kontribusi dan pengaruh Amerika Serikat. Budaya Amerika mulai memasuki Korea Selatan, seperti budaya pop – film, k-pop dan fashion - termasuk dalam bidang pendidikan dan ide-ide tentang sosial dan politik. Buku-buku cetak Korea mengajarkan tentang prinsip-prinsip tentang hak asasi dan demokrasi yang menempatkan Amerika Serikat sebagai teladan. Ribuan pelajar Korea yang belajar di Amerika Serikat juga kembali dengan impresi terhadap nilai-nilai dan budaya Amerika. Amerika Serikat juga mensponsori program-program pelatihan untuk birokrat, membiayai publikasi seperti Sasanggye, jurnal yang berpengaruh terhadap pemikiran sosial dan politik di Korea Selatan. Amerika Serikat juga memiliki peranan besar dalam pengembangan pendidikan di Korea Selatan dengan memberi pelatihan kepada Kementrian Pendidikan, memasukkan tentang nilai-nilai politik Amerika Serikat dalam program kurikulum dan pelatihan guru. Ketiga, berkembangnya agama Kristen di Korea Selatan yang mengajarkan pluralisme sosial dan menyediakan basis institusi untuk oposisi politik. Misi Kristen merupakan hal penting dalam penyebaran ide-ide baru dan orang-orang Kristen aktif dalam gerakan nasionalis pra-1945.




BAB II
PEMBAHASAN


Nama resmi :               : Republik Korea
Kepala Negara             : Presiden  Moon Jae In
Luas wilayah               : 99.678 km2
Populasi                       : 50,19 juta (2013)
Ibu kota                       : Seoul (penduduk 10,14 juta, 2013)
Bahasa resmi               : Hangul: 대한민국

2.1. Sejarah Korea Selatan
Asal muasal bangsa Korea juga bermula pada csalah satu suku Ye Maek diantara suku Tungusik di masa kuno di wilayah Asia, berkembang menjadi bangsa Korea. Suku Ye Maek maju ke bagian timur dari daratan di zaman Batu Baru, kemudian bermukim di kawasan berbukit semenanjung Korea dan bagian timur Sungai Amur. Korea selatan (대한민국) adalah negara dari pembentukan Gojoseon pada 2333 SM. oleh Dan-gun. Setelah unifikasi Tiga Kerajaan Korea dibawah Silla pada 668 M, Korea menjadi satu dibawah Dinasti Goryeo dan Dinasti Joseon hingga akhir Kekaisaran Han Raya pada 1910 karena dianeksasi oleh Jepang.
Semenanjung Korea sudah dihuni manusia sejak jaman batu. Pada jaman tembaga, parapenduduk telah mendirikan sebuah negara resmi bernama Gojoseon (Joseon lama). Orang Korea masih menganggap pendiri Gojoseon adalah ‘Kakek Dangun.’ Menurut legenda lama, Dangun adalah anak dari beruang dan raja langit yang bernama Hwanung, yang diturunkan dari langit untuk hidup bersama manusia di dunia. Gojoseon menguasai wilayah utara semenanjung korea, dan juga wilayah besar yang sekarang dikenal sebagai Manchuria. Kerajaan tersebut mengalami kejayaan dalam waktu yang lama sebelum dihancurkan oleh dinasti Han pada tahun 108 SM.Berikut merupakan macam-macam kerajaan korea[4] :
2.1.1        Zaman Tiga Kerajaan Korea
Tiga kerajaan berperang untuk memperebutkan kekuasaan di semenanjung Korea dari abad ke satu sebelum masehi hingga abad ke tujuh setelah masehi. Goguryeo di sebelah utara, Baekje di sebelah barat daya, dan Silla disebelah tenggara akhirnya disatukan oleh Silla pada tahun 676 M. Masa damai dibawah kekuasaan Silla berlangsung hingga abad ke sepuluh masehi saat Kerajaan Silla menjadi lemah dan harus tunduk dibawah kekuasaan kerajaan baru bernama Goryeo pada tahun 935 M. Perkembangan yang luarbiasa dibidang seni dan ilmu pengetahuan berlangsung pada masa kekuasaan Silla bersatu, terutama perkembangan agama Budha, arsitektur, astronomi, pertanian dan sastra.
a)      Kerajaan Silla Bersatu Dan Balhae
Sampai pertengahan abad ke-6, akhirnya kerajaan Silla berhasil menaklukkansemua suku yang tergolong pada konfederasi Gaya.Kerajaan Silla yang mengadakan aliansi dengan Dinasti Tang dari Cina berhasil menaklukkan kerajaan Beakje pada tahun 660, dan kerajaan Goguryeo pada tahun 668. Bahkan setelah mengusir pasukan Tang dari Semenanjung Korea pada tahun 676, penyatuan dalam semenanjung Korea semakin diperkokoh. Di pertengahan abad ke-8, kekuasaan dan kemakmuran dari kerajaan Silla mencapai puncaknya.. Kerajaan Silla yang menikmati masa jaya ingin membangun negara yang ideal yang berdasarkan pada agama Budha. Bulguksa atau kuil Bulguk yang dibanggakan keagungannya telah didirikan pada zaman ini. Pada tahun 698, sebagian masyarakat dari kerajaan Goguryeo mendirikan kerajaan Balhae di bagian tengah dan selatan Manchuria. Penduduk kerajaan baru ini terdiri dari pengungsi-pengungsi kerajaan Goguryeo dansejumlah besar penduduk Malgal[5]. Oleh karena itu kerajaan Balhae membentuk sistem pemerintahan yang meniru administratif kerajaan Goguryeo. Begitu juga Balhae mengembangkan seni budaya yang berdasarkan pada kerajaan Goguryeo.
Pada paruh pertama abad ke-9, kemakmuran kerajaan Balhae mencapai puncaknya dengan menguasai wilayah luas, yang mencapai sungai Amur di sebelah utara, dan Kaiyuan di tengah selatan Manchuria di sebelah barat. Bahkan kerajaan Balhae menjalin hubungan dengan Turji yang disebut Dolgwol dan Jepang. Namun kerajaan Balhae berdiri sampai tahun 926 saja akibat serangan Khitan. Sejumlah besar kalangan bangsawan Balhae yang merupakan aliran Goguryeo berpindah ke daerah selatan dan bergabung dengan Dinasti Goryeo yang baru didirikan pada waktu itu.
b)      Dinasti Goryeo
Dinasti Goryeo (918-1392) didirikan oleh Wanggun, seorang jenderal yang mengabdi pada Gungye, seorang keturunan raja yang membangkang terhadap Kerajaan Silla Bersatu. Wanggun menentukan Songak (Kini Gaesung di Korea Utara), kampung halamannya sebagai ibu kota, dan menamakan negara tersebut Goryeo. Kemudian dia memproklamirkan tujuan kerajaan baru untuk memperoleh kembali wilayah kerajaan Goguryeo yang mengalami kehilangan di bagian timur dan utara Cina. ‘Korea’, tulisan Republik Korea dalam bahasa Inggris berasal dari namadinasti Goryeo. Sekalipun kerajaan Goryeo tidak berhasil mendapatkan kembaliwilayah kerajaan Goguryeo lama, namun dinasti Goryeo mengembangkan kebudayaan agama Budha serta seni budaya yang maju yang diwakili dengan Goryeo cheongja (seladon hijau Goryeo). [6]Salah satu keberhasilan yang penting pada dinasti Goryeo adalah bahwa telah ditemukan huruf cetak yang pertamadi dunia pada tahun 1234, lebih awal dua abad dari ditemukannya Kitab Suci Gutenberg di Jerman. Bahkan pada periode itu juga, para pengrajin kayu Korea telah berhasil menyelesaikan satu pekerjaan besar yang sangat sulit yaitu memahat seluruh ajaran agama Budha pada balok-balok kayu berukuran besar.Balok-balok kayu tersebut yang berjumlah lebih dari 80.000 buah dibuat untuk memohon bantuan dari Sang Budha supaya mengalahkan pasukan Mongol yang menyerang dinasti Goryeo. Tripitaka Goryeo yang dikenal juga dengan nama ‘ Tripitaka Koreana’ kini disimpan di Kuil Haeinsa.
c)      Dinasti Joseon
Pada tahun 1392, Jenderal Lee, Sung-gye mendirikan dinasti baru yang disebut  Joseon. Para raja awal dinasti Joseon mengambil ajaran Konfucu sebagai filsafat dinasti untuk melawan agama Budha yang memberikan pengaruh dominan pada zaman dinasti Goryeo. Para penguasa dari dinasti Joseon memerintah dinastinya melalui sistem politik yang sangat stabil. Sistim ‘Gwageo’ merupakan sebuah system yang memilih pamong-praja melalui pengujian yang disebut ‘Gwageo’ dansistim tersebut merupakan pondasi gerakan-gerakan intelektual pada zaman dinasti Joseon. Begitu juga sistem ini terkadang berfungsi sebagai tulang- punggung mobilitas sosial. Masyarakat dinasti Joseon yang berorientasi pada ajaran Konfucu menjunjung tinggi pada pembelajaran namun meremehkan perdagangan dan industri manufaktur. Selama Raja Sejong yang merupakan raja ke-4 bertakhta (1418-1450), kebudayaan dan kesenian dari dinasti Joseon paling berkembang. Di bawah bimbingan Raja Sejong, para cendekiawan dari Jiphyunjeon, sebuah institute intelektual telah menciptakan alfabet Korea yang bernama Hangeul. Dan huruf tersebut pada zaman itu dinamakan sebagai ‘Hunminjeongeum’ yangmengartikan ‘sistem fonetik yang tepat untuk mendidik masyarakat’. BahkanRaja Sejong juga memiliki minat yang besar pada ilmu astronomi sehingga diciptakan Jam Matahari, Jam Air, Bola-bola Angkasa, serta peta-peta astronomi sesuai dengan permintaan perintah Raja Sejong. Raja Sejo (1455-1468) menyusun sistem perhukuman dan mulai menerbitkan Gyeongguk Daejeon, ikhtisar peraturan perundang-undangan guna memperkokoh sistem pemerintahan dinasti Joseon[7]. Selanjutnya pada zaman Raja Seongjong (1469-1494), penerbitan Gyeongguk Daejeon disempurnakan sehingga sistem pemerintahan dinasti Joseon semakin diperkokoh.
Pada tahun 1592, Jepang menyerang dinasti Joseon dengan maksud untuk melancarkan jalan menuju dinasti Ming, Cina. Seorang laksamana  Lee Sun-shin (1545-1598) yang paling dijunjung tinggi oleh masyarakat Korea, berhasil mengalahkan pasukan Jepang berulangkali di laut dengan menggunakan Geobukseon atau kapal kura-kura yang merupakan sebuah kapal perang yang dilapisi besi untuk pertama kali di dunia.  Sejak abad ke-17, sebuah gerakan yang menganjurkan Silhak atau Pembelajaran Praktis meluas di antara para cendekiawan yang bersifat liberal agar membangun sebuah bangsa yang modern.  Para cendekiawan tersebut menganjurkan reformasi dalam hal pembagian tanah, serta perbaikan-perbaikan dalam bidang pertanian dan industri. Namun para bangsawan dari pemerintahan yang konservatif belum siap untuk melakukan perubahan yang sedrastis itu.  Pada akhir dinasti Joseon, terjadi bentrokan antara kaum kelas atas untuk merebut kekuasaan pemerintah secara berulang kali. Untuk memecahkan masalah politik tersebut, Raja Youngjo (1724-1776) melaksanakan kebijakan ‘Tangpyeongchaek’ yang mana memilih pegawainya dari setiap golongan politik secara adil. Dengan demikian Raja Youngjo dapat memperkuat kewenangan raja dan berhasil menciptakan stabilitas politik.  Raja Jeongjo (1776-1800) tetap melanjutkan kebijakan ‘Tangpyeongchaek’ yang dilaksanakan oleh raja sebelumnya, juga mendirikan perpustakaan kerajaan yang disebut ‘Gyujanggak’ untuk menyimpan dokumendokumen dan catatan-catatan dari kerajaan. Sementara itu, pada zaman Raja Jeongju Silhak atau Pembelajaran Praktis berkembang secara pesat. Namun demikian, sekalipun cukup banyak ahli Silhak terkemuka menyerahkan rencana progresif yang menganjurkan untuk dilaksanakan reformasi dalambidang pertanian dan industri, pendapat mereka hampir tidak diterima oleh pemerintah.
2.2 Sistem Pemerintahan Dan Politik Korea Selatan
Korea selatan membagi pemerintahannya atas tiga yaitu Eksekutif, Legilatif dan Yudikatif. Lembaga eksekutif dipegang oleh Presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan dewan perwakilan. Presiden bertindak sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. Berikut merupakan penjelasan pemerintahan Korea Selatan, diantaranya :

      a.      Lembaga Eksekutif
Ø  Presiden
Presiden Republik Korea, yang dipilih melalui pemilihan umum suara rakyat yang bersifat nasional, berada pada posisi tertinggi lembaga eksekutif.Presiden menjabat selama satu kali dalam masa jabatan lima tahun dan penambahan masa jabatan tidak diperbolehkan. Ketetapan satu kali masa jabatan ini merupakan upaya perlindungan demi mencegah individu manapun memegang kekuasaan pemerintah untuk waktu yang berkepanjangan. Bilamana presiden tidak mampu melaksanakan tugas atau meninggal dunia, Perdana Menteri atau anggota-anggota kabinet akan menjabat sebagai presiden untuk sementara waktu sesuai dengan ketetapan undang-undang[8].
Sistem politik korea selatan yaitu dimana presiden memainkan lima peran utama. Pertama, presiden adalah kepala negara, yang melambangkan dan mewakili seluruh bangsa baik dalam sistem pemerintah maupun dalam hubungan luar negeri. Presiden menerima diplomat-diplomat asing, memberikan tanda jasa dan penghargaan-penghargaan lain serta memberikan grasi. Presiden mempunyai kewajiban untuk melindungi kemerdekaan, kesatuan wilayah, keberlangsungan negara serta menjunjung tinggi Undang-undang Dasar, di samping melaksanakan tugas khusus untuk mengupayakan penyatuan kembali Korea secara damai. Kedua, presiden adalah penyelenggara pemerintahan utama, dengan demikian presiden berkewajiban menegakkan hukum yang ditetapkan oleh lembaga legislatif dan pada saat yang sama mengeluarkan perintah dan ketetapan-ketetapan dalam rangka penegakan hukum. Presiden memiliki kekuasaan penuh untuk memberikan arahan pada kabinet dan beragam badanbadan penasehat serta lembaga-lembaga eksekutif. Presiden berwenang untuk mengangkat pejabat-pejabat publik termasuk Perdana Menteri dan kepala lembaga-lembaga eksekutif. Ketiga, presiden adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata. Presiden memiliki kewenangan yang luas dalam penyusunan kebijakan militer, termasuk kekuasaan untuk menyatakan perang. Keempat, presiden adalah diplomat dan pembuat kebijakan luar negeri tertinggi. Presiden mengangkat atau menempatkan perwakilan diplomatik dan menandatangani perjanjian dengan negara asing. Terakhir, presiden adalah pembuat kebijakan utama dan perundangundangan yang penting. Presiden boleh mengajukan rancangan undangundang  kepada Majelis Nasional atau menyatakan pandangannya di hadapan lembaga legislatif baik secara langsung maupun tertulis. Presiden tidak dapat membubarkan Majelis Nasional, namun Majelis dapat menyatakan bahwa presiden pada akhirnya wajib bertanggungjawab kepada konstitusi melalui proses pemakzulan (impeachment).[9]
Ø  Kabinet
Korea Selatan menganut sistem presidensial Korea, presiden menjalankan fungsi eksekutifnya melalui kabinet yang terdiri dari 15 sampai dengan 30 anggota yang dipimpin oleh presiden, yang  bertanggungjawab seluruhnya untuk menentukan semua kebijakan penting pemerintah. Perdana Menteri ditunjuk oleh presiden dan disetujui oleh Majelis Nasional. Sebagai asisten eksekutif utama presiden, Perdana Menteri mengawasi kementerian-kementerian administratif dan mengelola Biro Koordinasi Kebijakan Pemerintah di bawah pengarahan presiden. Perdana Menteri juga memiliki kekuasaan untuk membahas kebijakan-kebijakan nasional yang utama serta menghadiri pertemuan-pertemuan Majelis Nasional. Anggota-anggota kabinet ditunjuk oleh presiden atas rekomendasi Perdana Menteri. Mereka memiliki hak untuk memimpin dan mengawasi kementerian-kementerian administratif mereka, membahas masalah-masalah kenegaraan yang penting, bertindak atas nama presiden dan hadir dalam sidang Majelis Nasional serta mengemukakan pendapat mereka. Anggota kabinet baik secara kelompok maupun perorangan bertanggung jawab hanya kepada presiden.
      b.      Lembaga legislatif
Korea selatan adalah negara yang menerapkan sistem satu kamar (Unikameral) dalam sistem perwakilannya. Di korea selatan tidak dikenal adanya dua badan terpisah seperti adanya DPR dan Senat, ataupun majelis Tinggi atau Majelis rendah. Di dalam lembaga legislatif tidak ada yang dianggap tinggi atau rendah. Hanya ada satu dewan yang mewakili rakyat dalam parlemen di korea selatan.[10]
Kekuasaan legislatif dipegang oleh Majelis Nasional, suatu lembaga legislatif satu kamar atau unikameral. Majelis ini terdiri dari 299 orang anggota yang menjabat selama empat tahun masa jabatan. Dari 299 orang anggota, 245 orang anggota dipilih oleh suara rakyat dari para konstituen pemilih di daerah, sedangkan sisanya 54 orang anggota mendapatkan kursi mereka melalui sistem perwakilan yang bersifat proporsional, di mana kursi-kursi yang tersedia dialokasikan untuk setiap partai politik yang telah memperoleh 3 persen atau lebih dari seluruh suara yang sah, atau lima atau lebih kursi dalam pemilihan daerah. Sistem ini dimaksudkan sebagai refleksi suara rakyat dari berbagai bidang kehidupan dan pada saat yang sama meningkatkan kemampuan Majelis. Untuk memenuhi syarat untuk terpilih sebagai anggota Majelis, calon anggota harus berusia minimal 25 tahun. Satu calon anggota dari tiap daerah pemilihan dipilih dengan suara mayoritas terbanyak. Seorang anggota Majelis tidak bertanggungjawab di luar Majelis atas pendapat-pendapat yang dinyatakan ataupun atas suara yang diberikan dalam ruang legislatif. Selama sidang Majelis berlangsung, tidak satupun anggota Majelis boleh ditangkap atau ditahan tanpa persetujuan dari Majelis kecuali dalam kasus kejahatan yang sangat berat.
Ada dua macam sidang legislatif yang dilaksanakan, yaitu sidang reguler dan sidang istimewa. Sidang reguler berlangsung sekali setahun dari bulan September sampai bulan Desember dan sidang-sidang istimewa dapat dilakukan sesuai permintaan presiden atau seperempat atau lebih anggota Majelis. Masa berlangsungnya sidang reguler dibatasi sampai 100 hari dan sidang istimewa selama 30 hari. Jika presiden meminta diadakan sidang istimewa, presiden harus menyebutkan secara rinci masa berlangsungnya sidang dan alasan mengapa perlu diadakan sidang istimewa.
     c.       Lembaga Yudikatif
Lembaga Yudikatif Korea terdiri dari Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi, Pengadilan Wilayah, Pengadilan Hak Paten, Pengadilan Keluarga dan Pengadilan Administrasi serta Daerah. Pengadilan-pengadilan ini memiliki yurisdiksi atas perkara perdata, pidana, administratif, pemilihan dan masalah-masalah peradilan lainnya, di samping juga mengawasi permasalahan yang berkaitan dengan pendaftaran properti, pendaftaran keluarga, kepemilikan keuangan dan pejabat pengadilan.[11] Mahkamah Agung merupakan lembaga pengadilan tertinggi. Mahkamah ini menerima permohonan banding dari kasus-kasus yang diajukan oleh pengadilan-pengadilan di bawahnya. Ketua Mahkamah Agung ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan Majelis Nasional. Hakim-hakim lain ditunjuk oleh presiden atas rekomendasi Ketua Mahkamah Agung. Masa jabatan Ketua Mahkamah Agung adalah enam tahun dan tidak dapat diperpanjang. Ketua Mahkamah Agung harus berhenti dari jabatannya pada usia 70 tahun. Masa jabatan hakim-hakim lain adalah enam tahun. Walaupun mereka dapat dipilih kembali sesuai dengan ketetapan hukum, mereka harus pensiun dari jabatannya bila telah berusia 65 tahun.


2.3. Sistem Elektoral (Pemilu)
1.      Kesatuan dan pemerintahan terpusat
Korea selatan adalah negara kesatuan. Adanya UU otonomi daerah tanggal 6 april 1988. Oleh karena itulah, pemerintahan Korea selatan tidak terpusat, dimana hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah memiliki masing-masing pembagian tugas administrasi. Korea selatan menerapkan sistem distrik Secara singkat, dalam sistem distrik, sebuah daerah pemilihan hanya bisa memiliki seorang wakil terpilih. artinya, dalam sistem distrik, akan terjadi situasi di mana calon yang mendapatkan suara terbanyak akan mewakili daerah pemilihan tersebut, dan hanya dia yang mewakili daerah pemilihan tersebut, meskipun selisih suara dengan peringkat dua hanya satu suara.
2.      Demokrasi yang secara eksklusif representative
Pemilu untuk memilih anggota Majelis Nasional diadakan setiap 4 tahun sekali di seluruh 226 daerah pemilihan (electoral district), ditambah dengan 46 kursi tambahan (additional Seat) yang dibagikan kepada partai politik dalam proporsi suara yang diperoleh. Namun pada tanggal 9 Maret 2004, Majelis Nasional menyetujui untuk menambah jumlah wakil yang dipilih berdasar daerah pemilihan (electoral district) menjadi 242 dan proporsional menjadi 57 kursi pada Pemilu 15 April 2004 (Majelis Nasional ke-17). Dengan demikian, jumlah keseluruhan jumlah anggota Majelis Nasional ke-17 menjadi 299 kursi. Pada Pemilu legislatif 9 April 2008, dari 299 kursi parlemen sebanyak 245 kursi diperebutkan melalui pemilihan langsung (direct voting) di seluruh daerah pemilihan. Sedangkan 54 kursi yang tersisa diperebutkan melalui sistem perwakilan secara proposional. Pemilih dapat memberikan dua suara: satu untuk calon dari daerah pemilihan mereka dan satu lagi untuk parpol yang dipilihnya.
2.4. Sistem   Kepartaian
1.      Konsentrasi kekuasaan eksekutif :
Satu partai dan kabinet yang mayoritas. Korea Selatan menganut sistem pemerintahan Presidensial campuran. Berdasarkan UUD 1987, kedudukan Presiden selain sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan serta Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. Dalam melaksanakan pemerintahan, Presiden dibantu oleh Perdana Menteri (PM) dan Dewan Negara (State Council) yang lazim disebut Kabinet. Kabinet diketuai oleh Presiden dan Perdana Menteri sebagai Wakilnya. Presiden dipilih oleh rakyat secara langsung untuk masa jabatan 5 tahun dan hanya untuk satu periode saja (tidak dapat dipilih kembali)[12].

2. Bikameralisme Asimetris

Majelis Nasional (MN) merupakan badan pemegang kekuasaan legislatif satu-satunya di Korea Selatan, sesuai dengan sistem satu kamar (Unikameral) yang dijalankannya. MN dipimpin oleh seorang Ketua dan dua orang Wakil Ketua yang dipilih oleh para anggota MN. Sesuai dengan UUD 1987, anggota MN tidak boleh kurang dari 200 orang. Sejak terbentuknya Republik Korea tahun 1948, MN yang sedang berjalan saat ini adalah yang ke-18 sebagai hasil Pemilu tanggal 9 April 2008 yang terdiri dari 299 kursi. Korea selatan menerapkan sistem unikameral, dimana tidak ada pemisahan antara DPR dan senat, ataupun Majelis Tinggi dan Mejelis rendah di parlemen. Majelis nasional adalah anggota legislatif yang menguasai parlemen di Korea selatan dengan kedaulatannya. Maka dengan penerapan sistem unikameral ini tidak akan terjadi tumpah tindih di parlemen Korea selatan.
3.      Sistem dua partai
Korea selatan adalah negara yang menganut sistem multi partai. Ada 9 partai di korea selatan, diantaranya adalah Grand National Party, Democratic Party, The Liberty Forward Party, Future Hope Alliance, Democratic Labor Party , dan lain sebagainnya. Namun secara tidak langsung sistem kepartaian di Korea Selatan adalah 2 partai besar, yaitu Partai Besar Nasional (57,3) dan partai Demokrasi Baru Bersatu (29.10%). Dua partai inilah yang berkuasa di parlemen.

4.      Sistem pemilihan yang plural
Partai- partai demokratis di Korea Selatan bertindak menurut prinsip- prinsip pluralisme dan interaksi sosial. Untuk mengamankan basis dukungan di seluruh negeri, partai- partai demokratis harus melakukan lebih banyak kegiatan daripada hanya memobilisasi dukungan personal untuk kepemimpinan dan kebijakan partainya. Basis massa yang dianggap dapat mendukung partai adalah dengan adanya keanekaragaman yang ada di Korea selatan.
5.      Sistem partai satu dimensi
Kepartaian di korea selatan bersifat satu dimensi yaitu berfungsi untuk menyampaikan aspirasi masyarakat di Korea Selatan. Pembagian berdasarkan isu sosial ekonomi dan idiologi masing- masing individu di Korea Selatan.
2.Sistem Ekonomi Korea Selatan
Sistem ekonomi korea selatan adalah sistem ekonomi liberal. Sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi dimana sebagian besar keputusan dalam perekonomian ditentukan oleh masing-masing individu, bukan lembaga atau organisasi bahkan pemerintah. Sistem ekonomi ini mencakup kebebasan dalam melakukan aktivitas ekonomi.
Seperti halnya korea selatan pemerintah telah mendorong penciptaan lapangan kerja dengan proyek-proyek fiskal dan program bantuan lapangan kerja usaha sendiri, dan dengan meluncurkan rencana pengembangan pada sektor jasa, untuk menciptakan pekerjaan jangka pendek dan juga jangka panjang. Pemerintah juga telah meningkatkan upaya untuk membantu golongan pendapatan rendah dengan kebijakan yang dirancang untuk menstabilkan harga, menyediakan perumahan yang terjangkau, menghidupkan pinjaman kredit mikro, dan mengamankan mata pencaharian golongan miskin. Berkat keberhasilan kebijakan pemerintah, perekonomian Korea mencatat tingkat pertumbuhan sebesar 6,2 persen di tahun 2010, angka tertinggi dalam delapan tahun, dan pendapatan per kapita kembali ke tingkat US$ 20.000. Permintaan domestik telah menyebabkan pertumbuhan, sementara itu konsumsi swasta dan fasilitas investasi telah mencapai angka yang baik. Ekspor meningkat sejalan dengan kenaikan permintaan luar negeri di tengah pemulihan ekonomi global dan didukung oleh peningkatan daya saing produk Korea. Korea telah melonjak menjadi negara pengekspor no.7 di dunia, dan mencapai surplus perdagangan lebih dari US$ 40 milyar untuk dua tahun berturut-turut. Sebagai hasil upaya dari pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan, 323.000 lapangan pekerjaan telah diciptakan, dipimpin oleh sektor swasta, dengan kenaikan dalam porsi kerja penuh waktu dan peningkatan berikutnya dalam kualitas pekerjaan.
Selain itu, Korea telah sukses menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada tahun 2010, yang meningkatkan citra pemerintah. KTT ini menandai untuk pertama kalinya negara non-G8 atau negara Asia menjadi tuan rumah konferensi, dan Korea memainkan peran yang penting sebagaiketua KTT, mengusulkan “Prakarsa Korea” dan memberikan kontribusi bagi kesepakatan substansial. KTT ini menunjukkan kemampuan diplomatik Korea dan kepemimpinannya, karena berfungsi sebagai jembatan antara negara maju dan negara berkembang, serta memainkan peran utama dalam menciptakan suatu tatanan internasional yang baru.[13]
Ø  Inovasi Industri
Sebagai kekuatan ekonomi terbesar ke-15 dunia, Korea Selatan telah menjadi suatu kisah sukses tersendiri dalam banyak hal. Pada tahun 2010, volume dagang Korea mencapai US$892 milyar, menempatkannya pada posisi negara pengekspor terbesar ke-7 di dunia. Korea menempati urutan keenam di dunia dalam hal cadangan devisa. Sama seperti negara lain, perekonomian Korea juga telah terpengaruh oleh krisis global dunia. Meskipun won kehilangan hampir sepertiga dari nilainya pada tahun 2008, Direktur Wilayah Regional IMF untuk Asia dan Pasifik telah meramalkan bahwa Korea akan pulih dengan cepat dikarenakan “fundamental perekonomiannya yang membaik”. Kunci mempertahankan pertumbuhan ekonomi Korea adalah industri-industri yang telah mendapatkan pengakuan di arena global. Korea adalah produsen terkemuka display dan memori semikonduktor di dunia. Juga, Korea adalah negara pembuat galangan kapal kedua terbesar di dunia. Sementara itu, Korea menempati posisi kedua dalam hal ponsel, urutan kelima dan keenam masingmasing dalam mobil dan baja.
Sektor pembuatan galangan kapal telah menjadi industri terkemuka, menempati posisi kedua secara global dalam hal pembuatan kapal tonase, pemesanan baru dan pemesanan yang belum terpenuhi (order backlogs). Sektor pembuatan galangan Kapal Korea saat ini mencakup sekitar 34% dari total pesanan pembuatan galangan kapal di dunia. Sebagai produsen mobil yang besar, Korea memproduksi lebih dari 4,2 juta kendaraan per tahun. Sejak Korea mulai mengekspor mobil untuk pertama kalinya pada tahun 1976, industri mobil Korea telah berkembang dengan amat pesat. Disebabkan oleh semakin populernya mobil-mobil Korea di seluruh dunia, perusahaan mobil Korea terkemuka mulai memperluas basis manufaktur ke lokasi-lokasi di luar negeri[14].
Ø  Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Dalam rangka meningkatkan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemerintah mendirikan Institut Pengetahuan dan Teknologi Korea (Korea Institute of Science and Technology - KIST) dan Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Ministry of Science and Technology - MOST), masing-masing pada tahun 1966 dan 1967. Berdasarkan keyakinan bahwa masa depan bangsa terletak pada budidaya sumber daya manusia dan promosi ilmu pengetahuan dan teknologi, pemerintah mendirikan Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Ministry of Education, Science and Technology - MEST) pada 29 Februari 2008. Komisi Ilmu pengetahuan & Teknologi Nasional (National Science & Technology Commission - NSTC) didirikan pada April 2011 dan bertugas untuk menetapkan Rencana Dasar Ilmu Pengetahuan & Teknologi Nasional, dan mengkoordinasikan dan menjembatani kebijakan ilmu pengetahuan dan teknologi antar pemerintah berdasarkan rencana tersebut. Pada awalnya, kebijakan-kebijakan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional Korea Selatan berpusat pada pengenalan, penyerapan dan aplikasi dari teknologi luar negeri.
Namun pada tahun 1980-an penekanan bergeser pada perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek penelitian dan pengembangan nasional untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang keahlian ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini mencakup program-program untuk meningkatkan investasi penelitian dan pengembangan baik pada sektor publik maupun swasta, serta untuk mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki ketrampilan tinggi.Sejak awal tahun 1990-an, pemerintah telah berkonsentrasi pada tiga bidang: mengembangkan penelitian dalam bidang ilmu-ilmu pengetahuan dasar, melaksanakan distribusi dan penggunaan sumber daya penelitian dan pengembangan secara efisien, dan memperluas kerjasama internasional. Upaya ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing teknologi Korea. Sampai pada akhir tahun 2009, total investasi untuk penelitian dan pengembangan Korea mencapai US$29,7 milyar, yang mencapai 3,57% dari PDB (Produk Domestik Bruto). Korea Selatan akan terus memperkuat keterlibatannya dalam isu-isu global seperti pelestarian lingkungan hidup dan persediaan makanan, energi dan perawatan kesehatan yang stabil.
2.5 Hubungan Luar Negeri Korea Selatan
Sejak Republik Korea bergabung dengan Perserikatan Bangsa-bangsa pada tahun 1991, Korea telah memainkan peran yang semakin lebih aktif dalam upaya untuk mengatasi berbagai isu-isu global, bertindak baik sebagai fasilitator maupun sebagai pemain internasional yang berpengaruh. Pada tahun 1996-1997, Korea menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Selama periode ini, Korea memainkan peran yang penting dalam advokasi perlindungan warga sipil yang terperangkap dalam konflik bersenjata. Korea melaksanakan Presidensi Sesi ke-56 Sidang Majelis Umum PBB pada tahun 2001, dan pada tahun 2006 mantan Menteri Luar Negeri Ban Ki-moon terpilih sebagai Sekjen PBB ke-8. Selain itu, berkomitmen untuk mendorong demokrasi Korea, telah berpartisipasi secara aktif dalam berbagai inisiatif di tingkat global dan regional, termasuk Komunitas Demokrasi, Forum Demokrasi Bali (Bali Democracy Forum) dan Kemitraan Demokrasi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Democracy Partnership). Pada Desember 2010, Presiden Lee Myung-bak berpartisipasi dalam Forum Demokrasi Bali (Bali Democracy Forum) ke-3, sebagai Ketua bersama dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Indonesia, dan memperkenalkan pengalaman demokratisasi Korea, menekankan pentingnya demokrasi dalam membangun perdamaian dan stabilitas[15].
Korea telah berkomitmen untuk mengucurkan dana US$100 juta selama lebih dari tiga tahun (2009-2011) untuk bantuan pangan dan kerjasama pembangunan pertanian di negara berkembang, yang pada akhirnya untuk meningkatkan keamanan pangan global. Korea juga menawarkan bantuan pertolongan darurat lebih dari US$9 juta ke 20 negara yang dilanda bencana dan konflik seperti Haiti, Chili dan Pakistan pada tahun 2010. Korea telah memperkenalkan restribusi solidaritas tiket udara dalam negeri pada September 2007 yang dinamai sebagai “Kontribusi Pengentasan Kemiskinan Global”. Ide yang mengenakan sejumlah kecil biaya pada tiket pesawat ini telah menjadi inisiatif internasional untuk memobilisasi sumber daya untuk pengembangan dengan cara yang inovatif (pembiayaan inovatif untuk pembangunan). Kontribusi Pengentasan Kemiskinan Global terutama disalurkan untuk membantu meningkatkan akses terhadap pengobatan HIV/AIDS, tuberculosis dan malaria di Afrika. Sebagian besar kontribusi tersebut telah dialokasikan untuk UNITAID (International Drug Purchase Facility – Fasilitas Pembelian Obat Internasional) dan GAVI (Global Alliance for Vaccines and Immunization – Aliansi Global Untuk Vaksin dan Imunisasi). Sisanya dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek LSM pembangunan Korea di negara yang paling miskin di Afrika. Korea bertujuan untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan internasional melalui cara yang efektif dan konstruktif. Sepanjang sejarah, pertukaran budaya selalu menjadi elemen kunci dalam hubungan internasional. Hal ini semakin nyata di dunia yang semakin terinterkoneksi. Lagu pop Korea Selatan (K-pop), film dan drama televisi telah mengumpulkan perhatian internasional yang dikenal sebagai Hallyu (Korean Wave) yang menyapu dunia. Pada gilirannya, Korea Selatan terus menyerap unsur-unsur budaya dari seluruh dunia.[16]



BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
·         Korea Selatan adalah negara Republik. Seperti pada negara-negara demokrasi lainnya, Korea Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian: eksekutif, yudikatif dan legislatif. Lembaga eksekutif dipegang oleh presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan dewan perwakilan. Presiden bertindak sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan.
·         Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun. Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan presiden. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup.
·         Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih.



DAFTAR PUSTAKA
BUKU :
Nahm, Andrew C., Introduction To Korean History and Culture, Seoul: Hollym International, 1993
Yang Seung-Yoon dan Nur Aini Setiawati. Sejarah Korea: Sejak awal abad hinggamasa kontempore. 2003
The Academy of Korean Studies, Korea through the Ages Vol. 1, The Editor Publishing Co., Seoul, 2005.
Kim Dangtaek (김당택), Our Korean History (우리의 한국사) p99, Pureun Yeoksa (푸른역사), Seoul, 2002
Seung-Yoon, Yang dan Mochtar Mas’oed. 2005. Memahami Politik Korea. Gadjah Mada University. Press: Yogyakarta.
ARTIKEL ONLINE :
BBC News. South Korea Profile. [Online]. http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific-15289563. Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017 
Puput Tripeni Juniman diakses melalui https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20170918173709-227-242535/bts-tampil-lebih-cerah-di-lagu-dna-dari-album-terbaru/ Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017 
Ebook Istana Presiden diakses  melalui http://www.president.go.kr Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017 
Ebook korea “Majelis Nasional” diakses melalui  http://www.assembly.go.kr Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017 
Ebook korea “Mahkamah Agung” diakses melalui http://www.scourt.go.kr Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017 
Kementerian Budaya, O. P. (2012). Korea Dulu dan Sekarang. Diakses Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017  www.korea.net/koreanet/fileDownload?fileUrl=/content/PDF/general/2012_facts
Jin, D. Y. (2012). Hallyu 2.0: The New Korean Wave in the Creative Industri. Diakses Januari 1, 2017, dari Internasional Institue Journal University of Michigian: https://quod.lib.umich.edu/i/iij/11645653.0002.102/--hallyu-20-the-new-korean-wave-in-the-creative-industri?rgn=main;view=fulltext Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017 



[1]BBC News. South Korea Profile. [Online]. http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific-15289563. Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017  pukul 21.14 Wita.
[2]Puput Tripeni Juniman diakses melalui https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20170918173709-227-242535/bts-tampil-lebih-cerah-di-lagu-dna-dari-album-terbaru/ pada Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017  
[3]Nahm, Andrew C., Introduction To Korean History and Culture, Seoul: Hollym
International, 1993
[4] Yang Seung-Yoon dan Nur Aini Setiawati. Sejarah Korea: Sejak awal abad hinggamasa kontempore. 2003.
[5] The Academy of Korean Studies, Korea through the Ages Vol. 1, The Editor Publishing Co., Seoul, 2005.
[6] Kim Dangtaek (김당택), Our Korean History (우리의 한국사) p99, Pureun Yeoksa (푸른역사), Seoul, 2002
[7] Potrait of the jeoson dynasti “jurnal of Korean art vol 5” 2011
[8]  Ebook Istana Presiden diakses  melalui http://www.president.go.kr Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017 
[9] Ibid
[10] Ebook korea “Majelis Nasional” diakses melalui  http://www.assembly.go.kr Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017  
[11] Ebook korea “Mahkamah Agung” diakses melalui http://www.scourt.go.kr Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017  
[12] Seung-Yoon, Yang dan Mochtar Mas’oed. 2005. Memahami Politik Korea. Gadjah Mada University. Press: Yogyakarta.
[13] Kementerian Budaya, O. P. (2012). Korea Dulu dan Sekarang. Diakses Januari 2, 2017, dari Korea.net: www.korea.net/koreanet/fileDownload?fileUrl=/content/PDF/general/2012_facts Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017  
[14] Ibid
[15] Frank, Charles R, Kim, Kwang Suk Jr & Westphal, Larry E. 1975. Foreign Trade Regimes and conomic Development: South Korea. National Bureau of Economic Research (NBER) PDF version., pp. 6-24 Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017  
[16] Jin, D. Y. (2012). Hallyu 2.0: The New Korean Wave in the Creative Industri. Diakses Januari 1, 2017, dari Internasional Institue Journal University of Michigian: https://quod.lib.umich.edu/i/iij/11645653.0002.102/--hallyu-20-the-new-korean-wave-in-the-creative-industri?rgn=main;view=fulltext Diakses pada tanggal 07 Oktober 2017  
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

profil negara china

Tugas POLITIK DAN PEMERINTAHAN ASIA TIMUR Profil Negara Dan Sistem Pemerintahan CHINA OLEH : Dwimey Endah Lestari         ( C1A4150 11 ) Rismawati                               (C1A415019) Milda Yanti Nur                    (C1A415039) Tawila                                    (C1A415073) Veronika Sanggaria               (C1A415017) Ice Andriani                  ...

profil negara Mongolia

Tugas Kelompok          POLITIK DAN PEMERINTAHAN ASIA TIMUR   Oleh : No. Nam a Stambu k 1 . Ricko Yusu f C1A4 15 02 9 2 . Rani Prastika C1A4 15 06 9 3 . Henny Aulia Sari C1A4 15 07 1 4 . Ibnu Al-Faraby C1A4 15 08 7 5 . Wd. Ruhdiana C1A4 15 11 1 6 . Milfi n C1A4 15 12 9 7 . Nopita Sari Andi Paraja C1A4 15 13 5 8 . Muthia Mutmainah Silondae C1A4 15 12 1 9 . Musrias Ded i C1A4 15 11 9 10 . Difajrin C1A4 15 12 5 Jurusan Komunikasi Konsentrasi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo Kendari 2017 BAB I PENDAHULUAN Latar Bel...